Freedom’s journal

Wahai anakku, Puang cahaya dewa bakka mattaliu yang berhati singa, bermata elang. Kibarkan panji-panji islam

Wahai perempuan

Posted in freedom's journal with tags on 15 April 2008 by puang

berhentilah berpetualang antara
dapur
pasar
kebun
robek tradisi yang memasung kodratmu
bangkitkan roh wanitamu
agar mereka tahu
“perempuan” hanyalah sebuah nama

Bersemangatlah

Posted in freedom's journal with tags on 2 April 2008 by puang

Aku tidak di lahirkan untuk menjadi barang bekas

Semua yang ingin kita raih dalam hidup ini, tidak datang dengan sendirinya, tapi di perjuangkan. Apa lagi di jaman yang makin sulit ini, orang cenderung berpikir individualis dan menghalalkan berbagai cara untuk mendapatkan apa yang diingikannya.

Maka, yang harus kita lakukan agar hidup kita tidak melarat alias mati kelaparan :
1. Pertarungan tidak dimenangkan dengan tehnik tapi dengan nyali yang kuat,
ingin meraih sukses hanya bermodalkan nasehat para motivator, tanpa di dukung dengan nyali yang kuat, kita akan bernasib sial jika berhadapan dengan orang-orang yang rakus dan bengis.

2. jadilah oportunis dalam setiap derap langkahmu maka dunia akan tersenyum manis kepadamu,
kenapa banyak orang gagal sebelum bertanding? kenapa banyak orang yang diremehkan dan di hina? karena mereka belajar dulu baru berjuang, maka yang ada di pikirannya gagal atau sukses, sedangkan para oportunis sejati tidak pernah gentar dengan resiko yang menghadang di depan mata, yang penting ada peluang sikat, persoalan kita ahli atau tidak itu urusan belakang, kita bisa belajar setelah peluang ada digenggaman.

3. banyak orang hidup untuk uang,
bertemanlah dengan mereka, pelajari ilmu kerakusannya agar engkau tidak diperdaya jika berhubungan bisnis, kemudian hindari mereka seperti penyakit menular.

4. orang bisa di beli dengan uang,
berhati-hatilah mencari sahabat dan mencurahkan isi hatimu, satu-satunya orang yang layak kamu percayai dalam kondisi apapun adalah dirimu sendiri. Jangan lupa itu.

Ingin kutanam kata

Posted in freedom's journal with tags on 6 Maret 2008 by puang

Apa yang harus kutanam
di sukmamu agar kau tahu
betapa dalam cintaku padamu

Bunga tak lagi
menyimpan rindunya kupu-kupu
puisi cinta tak lagi
alirkan tasik

Ingin kutanam kata di sukmamu
agar terpancar cintaku
di saat kau termenung
menatap mentari
yang meninggalkan senja

Meraih mimpi

Posted in freedom's journal with tags on 29 Februari 2008 by puang

Bangunlah mimpi yang bersemayam di kepala anda tanpa ada rasa takut dicemohkan, dan beri gambaran di benak anda apa yang ingin anda raih, agar mudah untuk mempersiapkan semua yang diperlukan untuk mewujudkannya secara proaktif.

Dan bergeraklah menuju apa yang anda inginkan tanpa keraguan seperti prajurit yang menuju kemedan perang tanpa sedikitpun ada rasa gentar.

Orang-orang sukses yang berhasil membangun mimpi menjadi kenyataan, selalu mempercayai apa yang dia yakini, orang-orang sukses selalu bertanya pada dirinya, untuk apa saya hadir di dunia ini, apakah hanya menjadi penonton atau menjadi pemain dalam setiap peristiwa.

Syarat yang harus dimiliki untuk membangun sebuah mimpi menjadi kenyataan:

Keberanian
keberanian untuk membuat perencanaan hidup anda, untuk mencapai tujuaan yang ingin anda capai, misalnya ingin memulai usaha sendiri. Jika mengalami kegagalan jangan frustasi, gagal dan berhasil dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. Namun, bagaimana menyikapi sebuah kegagalan itu yang penting, pengalaman gagal dapat dipergunakan untuk menemukan kekuatan baru agar bisa meraih kesuksesan kembali.

Sabar
Dapat mengendalikan diri baik secara emosional maupun secara finansial, tidak mengenal kata putus asa, kegagalan-kegagalan dalam hidup harus di jalani sebagai cambuk untuk meraih kesuksesan, tidak tergesa-gesa ingin meraih apa yang ingin dicapai dalam hidupnya dan percaya apa yang diimpikan kelak akan terujud hanya menunggu waktu saja.

Waktu

Posted in freedom's journal with tags on 18 Februari 2008 by puang
Waktu adalah anugerah Yang di berikan Sang Pencipta untuk kita gunakan meraih mimpi-mimpi, jangan biarkan berlalu dengan sia-sia, memanfaatkan waktu yang ada semaksimal mungkin, karena setiap orang diberikan waktu yang sama oleh Sang Pencipta, masing-masing 24 jam sehari, bagaimana kita mengaturnya.? Jangan sampai waktu yang mengatur kita, bukan kita yang mengatur waktu.

Di era persaingan yang makin ketat ini, kita tidak semestinya menyia-nyiakan waktu karena semua pekerjaan dilakukan secara efektif, maka kita harus pandai-pandai mempergunakannya, misalnya :

- Waktu untuk bekerja,
mengatur jadwal sesuai dengan apa yang ingin kita lakukan dengan mengerjakan tugas berdasarkan prioritas dan selalu bersemangat dalam bekerja.

- Waktu untuk mengembangkan misi pribadi,
berusaha mencapai apa yang dicita-citakan, apa yang ingin dilakukan dan apa yang ingin dimiliki.

- Waktu untuk menyenangkan diri,
dengan melakukan perbuatan yang bebas dari kesia-sian, efektif dan bermakna.

- Waktu untuk mendekatkan diri kepada Maha Pencipta,
yang memberi kita ide-ide brilian dan keberanian untuk bertindak dalam melakukan hal-hal yang besar dan penting.