<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/2.3.1" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>Freedom's journal</title>
	<link>http://puang07.blogdetik.com</link>
	<description>Wahai anakku, Puang cahaya dewa bakka mattaliu yang berhati singa, bermata elang. Kibarkan panji-panji islam</description>
	<pubDate>Tue, 03 Jun 2008 05:43:47 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.3.1</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>untuk sementara blog ini di non aktifkan</title>
		<link>http://puang07.blogdetik.com/2008/06/02/untuk-sementara-blog-ini-di-non-aktifkan/</link>
		<comments>http://puang07.blogdetik.com/2008/06/02/untuk-sementara-blog-ini-di-non-aktifkan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Jun 2008 09:45:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>puang</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[freedom's journal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://puang07.blogdetik.com/2008/06/02/untuk-sementara-blog-ini-di-non-aktifkan/</guid>
		<description><![CDATA[Berhubung penulisnya lagi sibuk membuat disertasi, biar cepat dapat gelar Doktor maklum ( bayar sendiri) dan tidak dapat BLT (bantuan langsung &#8230;.) alias beasiswa RP. 500.000/semester yang di janjikan SBY-JK, seandainya mahasiswa S3 ikut demo BBM kira-kira dapat BLT berapa yaah???
Tapi jangan ajak mahasiswa S3 berdemo, maklum mahasiswa S3 di indonesia lebih banyak sudah usur [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berhubung penulisnya lagi sibuk membuat <font color="#ff0000">disertasi</font>, biar cepat dapat <font color="#ff0000">gelar Doktor</font> maklum ( <em>bayar sendiri)</em> dan tidak dapat BLT (bantuan langsung &#8230;.) alias beasiswa RP. 500.000/semester yang di janjikan SBY-JK, seandainya mahasiswa S3 ikut demo BBM kira-kira dapat BLT berapa yaah???</p>
<p>Tapi jangan ajak mahasiswa S3 berdemo, maklum mahasiswa S3 di indonesia lebih banyak sudah usur alias umurnya di atas 40 tahun,  kalau penulis sih  di bawah 29 tahun ini fakta bukan gosip masih kuat membawah sepanduk.</p>
<p>Maaf kiranya kalau blog ini tidak berbauh ilmiah seperti yang ditulis para dosen dan mahasiswa paska sarjana dan lebih banyak keritiknya dari pada solusinya malah terkesan propokatif tanpa solusi tapi tidak menghina apalagi mencelakai, maklum pengelolah blog ini tidak di biayai APBN  untuk berpikir ilmiah, orang yang di gaji saja pakai uang rakyat malas berpikir??. (<em>itu kata orang</em> bukan kata saya, maklum nanti di munirkan alias pencemaran nama baik kalau tidak menyebut kata &#8230;&#8230;)</p>
<p>Tapi penulis tetap berpikir ilmiah di tempat lain (tergantung honornya),  biar orang tidak mengutuk sarjana berotak udang, (maklum udangkan  kotorannya di kepala bukan di ekor), kalau di kutuk jadi orang kaya mau dong</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://puang07.blogdetik.com/2008/06/02/untuk-sementara-blog-ini-di-non-aktifkan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kalau kau punya uang kamu akan berani</title>
		<link>http://puang07.blogdetik.com/2008/05/31/kalau-kau-punya-uang-kamu-akan-berani/</link>
		<comments>http://puang07.blogdetik.com/2008/05/31/kalau-kau-punya-uang-kamu-akan-berani/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 May 2008 06:11:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>puang</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[freedom's journal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://puang07.blogdetik.com/2008/05/31/kalau-kau-punya-uang-kamu-akan-berani/</guid>
		<description><![CDATA[Wahai saudaraku, janganlah kau gantungkan nasibmu kepada mahluk, tapi gantungkan hidupmu kepada Allah Yang Maha Perkasa, hanya kepada-Nyalah kamu miminta petunjuk, mengemis dan berkelukesa, karna Dia yang menciptakanmu Dia mengetahui apa yang layak dan tidak layak kamu lakukan.
Jika engakau masih nekat menggantungkan hidupmu kepada mahluk ciptaan Yang Maha Perkasa, hidupmu akan celaka karena kemampuannya sangat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Wahai saudaraku, janganlah kau gantungkan nasibmu kepada mahluk, tapi gantungkan hidupmu kepada Allah Yang Maha Perkasa, hanya kepada-Nyalah kamu miminta petunjuk, mengemis dan berkelukesa, karna Dia yang menciptakanmu Dia mengetahui apa yang layak dan tidak layak kamu lakukan.</p>
<p>Jika engakau masih nekat menggantungkan hidupmu kepada mahluk ciptaan Yang Maha Perkasa, hidupmu akan celaka karena kemampuannya sangat terbatas, lihat dan renungkan saudaraku adakah yang hidup di dunia ini mendapatkan apa yang dinginkanya tanpa perjuangan atau tanpa kerja keras. Jadi mustahil mereka membagi kenikmatan dunianya (rezki) begitu saja tanpa mengharapkan imbalan.</p>
<p>Kalaupun mereka membagi rezkinya yakinlah saudaraku mereka akan memperlakukanmu seperti kerbau yang membajak sawah, tidak sebanding pemberiannya dengan pengorbananmu.</p>
<p>Agar engkau bisa terhindar diperlakukan seperti sapi perahan, maka berjuanglah memperkerjakan diri sendiri, misalnya berbisnis baik yang berbentuk benda atau kecerdasan pikiran. Mungkin kau bertanya saya tidak punya modal dalam bentuk materi, cobalah engkau membaca buku orang yang terkaya di dunia apakah mereka merisaukan yang namanya modal materi atau engkau membaca pengalaman orang terkaya di negeri ini misalnya SBY (presiden indonesi) yang membayar pajak ratusan juta pertahun, apakah beliau itu sejak bayi sudah kaya??</p>
<p><font color="#ff0000">Saudaraku bayi saja yang hanya punya kemampuan menangis dan tertawa bisa hidup nyaman, kenapa engkau yang di bekali akal pikiran lebih idiot dari bayi</font></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://puang07.blogdetik.com/2008/05/31/kalau-kau-punya-uang-kamu-akan-berani/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Maafkan aku jenderal, nasionalisme di jiwaku sudah sekarat</title>
		<link>http://puang07.blogdetik.com/2008/05/19/maafkan-aku-jenderal-nasionalisme-di-jiwaku-sudah-sekarat/</link>
		<comments>http://puang07.blogdetik.com/2008/05/19/maafkan-aku-jenderal-nasionalisme-di-jiwaku-sudah-sekarat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 May 2008 05:48:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>puang</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[freedom's journal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://puang07.blogdetik.com/2008/05/19/maafkan-aku-jenderal-nasionalisme-di-jiwaku-sudah-sekarat/</guid>
		<description><![CDATA[Melihat rakyat berkeringat mengantri BBM
melihat para mahasiswa berdemostrasi memperjuangkan hak-hak rakyat di pukuli seperti maling oleh polisi dan tentara
Betapa naifnya hidup di negeri ini, kami rakyat kecil diajak berhemat, tidak korupsi, jujur, mencintai negeri ini dengan segenap jiwa dan raga, mencintai produk dalam negeri seperti pesan prabowo di iklan TV
Tapi para pejabat negara, anaknya yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Melihat rakyat berkeringat mengantri BBM<br />
melihat para mahasiswa berdemostrasi memperjuangkan hak-hak rakyat di pukuli seperti maling oleh polisi dan tentara</p>
<p>Betapa naifnya hidup di negeri ini, kami rakyat kecil diajak berhemat, tidak korupsi, jujur, mencintai negeri ini dengan segenap jiwa dan raga, mencintai produk dalam negeri seperti pesan prabowo di iklan TV</p>
<p>Tapi para pejabat negara, anaknya yang kuliah di luar negeri sibuk main perempuan, ke diskotik dan pulang lansung dapat pekerjaan tidak perlu bersusah-susah mencari lowongan pekerjaan di halaman tengah surat kabar.( kata temanku yang kuliah di luar negeri)</p>
<p>Sedang istrinya sibuk ke salon mempercantik diri, dan tidak punya rasa malu memamerkan kendaraan terbarunya lalulang di jalanan mempergunakan BBM bersubsidi dan kunjungan kerja keluar negeri membawa keluarga dengan biaya negara. (kata berita di koran)</p>
<p><font color="#ff0000"><strong>Apa yang dapat kami lakukan sebagai rakyat kecil kecuali meludahi nasib yang tak kuncung pergi</strong></font></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://puang07.blogdetik.com/2008/05/19/maafkan-aku-jenderal-nasionalisme-di-jiwaku-sudah-sekarat/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>wahai perempuan bangkitlah</title>
		<link>http://puang07.blogdetik.com/2008/05/13/wahai-perempuan-bangkitlah/</link>
		<comments>http://puang07.blogdetik.com/2008/05/13/wahai-perempuan-bangkitlah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 May 2008 09:26:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>puang</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[freedom's journal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://puang07.blogdetik.com/2008/05/13/wahai-perempuan-bangkitlah/</guid>
		<description><![CDATA[wahai saudaraku kaum perempuan yang di hina waktu
kau tidak perlu sekuat RA Kartini, yang di rayakan bangsa jawa, setiap tanggal 21 april
atau sehebat ibu megawati mantan presiden RI, yang hanya pandai tersenyum dan kering kebijakan
Cukup engkau termenung menatap mentari yang meninggalkan senja  
Dan bertanya untuk apa aku diciptakan Allah Yang Maha Perkasa, menjadi seorang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<address><font color="#ff0000">wahai saudaraku kaum perempuan yang di hina waktu</font></address>
<address><font color="#ff0000">kau tidak perlu sekuat RA Kartini, yang di rayakan bangsa jawa, setiap tanggal 21 april</font></address>
<address><font color="#ff0000">atau sehebat ibu megawati mantan presiden RI, yang hanya pandai tersenyum dan kering kebijakan</font></address>
<address><font color="#ff0000">Cukup engkau termenung menatap mentari yang meninggalkan senja  </font></address>
<address><font color="#ff0000">Dan bertanya untuk apa aku diciptakan Allah Yang Maha Perkasa, menjadi seorang </font></address>
<address><font color="#ff0000">                                                         <font color="#0000ff"> </font><font color="#0000ff"><em><strong>&#8221;&#8221;&#8221;&#8217;PEREMPUAN&#8221; &#8221;&#8221;&#8221;&#8217;</strong></em></font></font></address>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://puang07.blogdetik.com/2008/05/13/wahai-perempuan-bangkitlah/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>wahai perempuan indonesia</title>
		<link>http://puang07.blogdetik.com/2008/05/03/wahai-perempuan-indonesia/</link>
		<comments>http://puang07.blogdetik.com/2008/05/03/wahai-perempuan-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 May 2008 11:28:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>puang</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[freedom's journal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://puang07.blogdetik.com/2008/05/03/wahai-perempuan-indonesia/</guid>
		<description><![CDATA[bersatulah melawan tirani 
yang membelenggu hak-hak politik kaum wanita
jangan mau dieksploitasi
&#8220;perempuan dan laki-laki &#8221; hanya sebuah kata
bercerminlah pada matahari 
agar engkau mampu melawan 



]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<address>bersatulah melawan tirani </address>
<address>yang membelenggu hak-hak politik kaum wanita</address>
<p>jangan mau dieksploitasi</p>
<address>&#8220;perempuan dan laki-laki &#8221; hanya sebuah kata</address>
<address>bercerminlah pada matahari </address>
<address>agar engkau mampu melawan </address>
<address></address>
<address></address>
<address></address>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://puang07.blogdetik.com/2008/05/03/wahai-perempuan-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Wahai perempuan</title>
		<link>http://puang07.blogdetik.com/2008/04/15/wahai-perempuan/</link>
		<comments>http://puang07.blogdetik.com/2008/04/15/wahai-perempuan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Apr 2008 10:04:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>puang</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[freedom's journal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://puang07.blogdetik.com/2008/04/15/wahai-perempuan/</guid>
		<description><![CDATA[
 
berhentilah berpetualang antara
 
        dapur
         pasar
        kebun
 
robek tradisi yang memasung kodratmu
bangkitkan roh wanitamu
agar mereka tahu
&#8220;perempuan&#8221; hanyalah sebuah nama 
 
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<address><strong><em><br />
</em></strong> </address>
<address><font color="#ff0000"><strong>berhentilah berpetualang antara</strong></font></address>
<address><font color="#ff0000"><strong> </strong></font></address>
<address><font color="#ff0000"><strong>        dapur</strong></font></address>
<address><font color="#ff0000"><strong>         pasar</strong></font></address>
<address><font color="#ff0000"><strong>        kebun</strong></font></address>
<address><font color="#ff0000"><strong> </strong></font></address>
<address><font color="#ff0000"><strong>robek tradisi yang memasung kodratmu</strong></font></address>
<address><font color="#ff0000"><strong>bangkitkan roh wanitamu</strong></font></address>
<address><font color="#ff0000"><strong>agar mereka tahu</strong></font></address>
<address><font color="#ff0000"><strong>&#8220;perempuan&#8221; hanyalah sebuah nama </strong></font></address>
<address> </address>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://puang07.blogdetik.com/2008/04/15/wahai-perempuan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Bersemangatlah</title>
		<link>http://puang07.blogdetik.com/2008/04/02/bersemangatlah/</link>
		<comments>http://puang07.blogdetik.com/2008/04/02/bersemangatlah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Apr 2008 03:30:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>puang</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[freedom's journal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://puang07.blogdetik.com/2008/04/02/bersemangatlah/</guid>
		<description><![CDATA[Aku tidak di lahirkan untuk menjadi barang bekas
Semua yang ingin kita raih dalam hidup ini, tidak datang dengan sendirinya, tapi di perjuangkan. Apa lagi di jaman yang makin sulit ini, orang cenderung berpikir individualis dan menghalalkan berbagai cara untuk mendapatkan apa yang diingikannya.
Maka, yang harus kita lakukan agar hidup kita tidak melarat alias mati kelaparan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Aku tidak di lahirkan untuk menjadi barang bekas</em></p>
<p>Semua yang ingin kita raih dalam hidup ini, tidak datang dengan sendirinya, tapi di perjuangkan. Apa lagi di jaman yang makin sulit ini, orang cenderung berpikir individualis dan menghalalkan berbagai cara untuk mendapatkan apa yang diingikannya.</p>
<p>Maka, yang harus kita lakukan agar hidup kita tidak melarat alias mati kelaparan :<br />
<em>1. Pertarungan tidak dimenangkan dengan tehnik tapi dengan nyali yang kuat,<br />
</em>ingin meraih sukses hanya bermodalkan nasehat para motivator, tanpa di dukung dengan nyali yang kuat, kita akan bernasib sial jika berhadapan dengan orang-orang yang rakus dan bengis.</p>
<p><em>2. jadilah oportunis dalam setiap derap langkahmu maka dunia akan tersenyum manis kepadamu,<br />
</em>kenapa banyak orang gagal sebelum bertanding? kenapa banyak orang yang diremehkan dan di hina? karena mereka belajar dulu baru berjuang, maka yang ada di pikirannya gagal atau sukses, sedangkan para oportunis sejati tidak pernah gentar dengan resiko yang menghadang di depan mata, yang penting ada peluang sikat, persoalan kita ahli atau tidak itu urusan belakang, kita bisa belajar setelah peluang ada digenggaman.</p>
<p><em>3. banyak orang hidup untuk uang,<br />
</em>bertemanlah dengan mereka, pelajari ilmu kerakusannya agar engkau tidak diperdaya jika berhubungan bisnis, kemudian hindari mereka seperti penyakit menular.</p>
<p><em>4. orang bisa di beli dengan uang,<br />
</em>berhati-hatilah mencari sahabat dan mencurahkan isi hatimu, satu-satunya orang yang layak kamu percayai dalam kondisi apapun adalah dirimu sendiri. <strong><font color="#ff0000">Jangan lupa itu.<br />
</font></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://puang07.blogdetik.com/2008/04/02/bersemangatlah/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ingin kutanam kata</title>
		<link>http://puang07.blogdetik.com/2008/03/06/27/</link>
		<comments>http://puang07.blogdetik.com/2008/03/06/27/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Mar 2008 06:48:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>puang</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[freedom's journal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://puang07.blogdetik.com/2008/03/06/27/</guid>
		<description><![CDATA[Apa yang harus kutanam
di sukmamu agar kau tahu
betapa dalam cintaku padamu
Bunga tak lagi
menyimpan rindunya kupu-kupu
puisi cinta tak lagi
alirkan tasik
Ingin kutanam kata di sukmamu
agar terpancar cintaku
di saat kau termenung
menatap mentari
yang meninggalkan senja
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apa yang harus kutanam<br />
di sukmamu agar kau tahu<br />
betapa dalam cintaku padamu</p>
<p>Bunga tak lagi<br />
menyimpan rindunya kupu-kupu<br />
puisi cinta tak lagi<br />
alirkan tasik</p>
<p>Ingin kutanam kata di sukmamu<br />
agar terpancar cintaku<br />
di saat kau termenung<br />
menatap mentari<br />
yang meninggalkan senja</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://puang07.blogdetik.com/2008/03/06/27/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Meraih mimpi</title>
		<link>http://puang07.blogdetik.com/2008/02/29/meraih-mimpi/</link>
		<comments>http://puang07.blogdetik.com/2008/02/29/meraih-mimpi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Feb 2008 06:51:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>puang</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[freedom's journal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://puang07.blogdetik.com/2008/02/29/meraih-mimpi/</guid>
		<description><![CDATA[Bangunlah mimpi yang bersemayam di kepala anda tanpa ada rasa takut dicemohkan, dan beri gambaran di benak anda apa yang ingin anda raih, agar mudah untuk mempersiapkan semua yang diperlukan untuk mewujudkannya secara proaktif.
Dan bergeraklah menuju apa yang anda inginkan tanpa keraguan seperti prajurit yang menuju kemedan perang tanpa sedikitpun ada rasa gentar.
Orang-orang sukses yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bangunlah mimpi yang bersemayam di kepala anda tanpa ada rasa takut dicemohkan, dan beri gambaran di benak anda apa yang ingin anda raih, agar mudah untuk mempersiapkan semua yang diperlukan untuk mewujudkannya secara proaktif.</p>
<p>Dan bergeraklah menuju apa yang anda inginkan tanpa keraguan seperti prajurit yang menuju kemedan perang tanpa sedikitpun ada rasa gentar.</p>
<p>Orang-orang sukses yang berhasil membangun mimpi menjadi kenyataan, selalu mempercayai apa yang dia yakini, orang-orang sukses selalu bertanya pada dirinya, untuk apa saya hadir di dunia ini, apakah hanya menjadi penonton atau menjadi pemain dalam setiap peristiwa.</p>
<p>Syarat yang harus dimiliki untuk membangun sebuah mimpi menjadi kenyataan:</p>
<p>Keberanian<br />
keberanian untuk membuat perencanaan hidup anda, untuk mencapai tujuaan yang ingin anda capai, misalnya ingin memulai usaha sendiri. Jika mengalami kegagalan jangan frustasi, gagal dan berhasil dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. Namun, bagaimana menyikapi sebuah kegagalan itu yang penting, pengalaman gagal dapat dipergunakan untuk menemukan kekuatan baru agar bisa meraih kesuksesan kembali.</p>
<p>Sabar<br />
Dapat mengendalikan diri baik secara emosional maupun secara finansial, tidak mengenal kata putus asa, kegagalan-kegagalan dalam hidup harus di jalani sebagai cambuk untuk meraih kesuksesan, tidak tergesa-gesa ingin meraih apa yang ingin dicapai dalam hidupnya dan percaya apa yang diimpikan kelak akan terujud hanya menunggu waktu saja.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://puang07.blogdetik.com/2008/02/29/meraih-mimpi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Waktu</title>
		<link>http://puang07.blogdetik.com/2008/02/18/waktu/</link>
		<comments>http://puang07.blogdetik.com/2008/02/18/waktu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Feb 2008 07:01:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>puang</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[freedom's journal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://puang07.blogdetik.com/2008/02/18/waktu/</guid>
		<description><![CDATA[ 
Waktu adalah anugerah Yang di berikan Sang Pencipta untuk kita gunakan meraih mimpi-mimpi, jangan biarkan berlalu dengan sia-sia, memanfaatkan waktu yang ada semaksimal mungkin, karena setiap orang diberikan waktu yang sama oleh Sang Pencipta, masing-masing 24 jam sehari, bagaimana kita mengaturnya.? Jangan sampai waktu yang mengatur kita, bukan kita yang mengatur waktu.
Di era persaingan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<address> </address>
<address>Waktu adalah anugerah Yang di berikan Sang Pencipta untuk kita gunakan meraih mimpi-mimpi, jangan biarkan berlalu dengan sia-sia, memanfaatkan waktu yang ada semaksimal mungkin, karena setiap orang diberikan waktu yang sama oleh Sang Pencipta, masing-masing 24 jam sehari, bagaimana kita mengaturnya.? Jangan sampai waktu yang mengatur kita, bukan kita yang mengatur waktu.</address>
<p>Di era persaingan yang makin ketat ini, kita tidak semestinya menyia-nyiakan waktu karena semua pekerjaan dilakukan secara efektif, maka kita harus pandai-pandai mempergunakannya, misalnya :</p>
<p>- Waktu untuk bekerja,<br />
mengatur jadwal sesuai dengan apa yang ingin kita lakukan dengan mengerjakan tugas berdasarkan prioritas dan selalu bersemangat dalam bekerja.</p>
<p>- Waktu untuk mengembangkan misi pribadi,<br />
berusaha mencapai apa yang dicita-citakan, apa yang ingin dilakukan dan apa yang ingin dimiliki.</p>
<p>- Waktu untuk menyenangkan diri,<br />
dengan melakukan perbuatan yang bebas dari kesia-sian, efektif dan bermakna.</p>
<p>- Waktu untuk mendekatkan diri kepada Maha Pencipta,<br />
yang memberi kita ide-ide brilian dan keberanian untuk bertindak dalam melakukan hal-hal yang besar dan penting.</p>
<address> </address>
<address></address>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://puang07.blogdetik.com/2008/02/18/waktu/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic Page Served (once) in 0.143 seconds -->
