Freedom’s journal

Wahai anakku, Puang cahaya dewa bakka mattaliu yang berhati singa, bermata elang. Kibarkan panji-panji islam

wahai perempuan bangkitlah

wahai saudaraku kaum perempuan yang di hina waktu
kau tidak perlu sekuat RA Kartini, yang di rayakan bangsa jawa, setiap tanggal 21 april
atau sehebat ibu megawati mantan presiden RI, yang hanya pandai tersenyum dan kering kebijakan
Cukup engkau termenung menatap mentari yang meninggalkan senja
Dan bertanya untuk apa aku diciptakan Allah Yang Maha Perkasa, menjadi seorang
”””’PEREMPUAN” ”””’

7 Responses to “wahai perempuan bangkitlah”

  1. maskun Says:

    selamat berkarya. jangan pernah mati kreativitas.

  2. sabil Says:

    kurang panjang puisinya

  3. gajahkurus Says:

    Dalam sekali….ah andai saya bisa memaknai lebih jauh puisi Anda
    Terima kasih, senang berkunjung ke blog yang syarat artikel bagus ini…

  4. Rita Says:

    Terimakasih puisi utk perempuan-nya….

  5. Rita Says:

    Terimakasih puisi utk perempuan-nya…. cuma kurang panjang ya….
    lam kenal ya

  6. dikky Says:

    bener-bener pejuang nih…

    oke.. hebat banget…

    dari mana dapet idenya ???
    ########################################################
    di saat kau marah melihat ke adilan di permainkan para penguasa dan pengusaha yang rakus, maka tulislah agar orang-orang yang ada di sekelilingmu sadar dan melawan. mahasiswa bukan hanya 3K (Kampus, kampung dan Kost) setelah itu bingung cari pekerjaan, saya doakan semoga anda tidak menjadi mahasiswa seperti itu

  7. Rita Says:

    klupaan, makasih udah mampir di kaplingku…. lam kenal ya…

Leave a Reply