berhentilah berpetualang antara
dapur
pasar
kebun
robek tradisi yang memasung kodratmu
bangkitkan roh wanitamu
agar mereka tahu
“perempuan” hanyalah sebuah nama
This entry was posted on 15 April 2008 at 17:04 and is filed under freedom's journal with tags freedom's journal. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed
You can leave a response, or trackback from your own site.
April 15th, 2008 at 21:23
…
namun jangan pernah
lupakan kodrat muliamu
…
hidup perempuan!
April 16th, 2008 at 01:06
April 16th, 2008 at 12:25
hehe- sepertinya kita ga sependapat mas.
kesannya sangat xtreme meninggalkan dapur, pasar, kebun dan merobek tradisi-
tapi bukan berarti juga perempuan tidak boleh berkembang;dh/
April 16th, 2008 at 16:52
berkembanglah wahai perempuanku *halah*
April 17th, 2008 at 00:26
hidup perempuan!
April 18th, 2008 at 22:21
^ maksudnya berkembang pertnya..??
yah wanita juga manusia memiliki hak yang sama seperti manusia2 lainnya [laki2] ..
dan laki2 pun punya kewajiban2 yang membatasi kebebasannya..
semua mahluk punya tanggungjawab masing2 lah.
April 21st, 2008 at 23:27
baik tidaknya bangsa ini juga bergantung pada baik tidak akhlak perempuannya .. berbaiklah kita smua …
April 22nd, 2008 at 00:08
perempuan itu letakny bukan dibawah kaum pria

tapi berdampingan dengan kaum pria #dubrak#
kok yg nanggapin kebanyakan cowok hehehehe
brarti perempuan masih byk d dapur, pasar & kebun
April 22nd, 2008 at 14:37
Hmm..
Meraih mimpi setinggi bintang di langit, bukan berarti boleh melupakan tanah yg jadi pijakan, kan?
Saya wanita, punya karya dan kerja
Tapi, masak saya bisa
Berbecek di pasar tak jadi perkara
Berkebun bukan hal yang luar biasa
Ya, perempuan hanya sebuah nama
Sejuta kekuatan ada di baliknya
Gitu sih, kalau menurut saya. Sukses? Perempuan bisa. Ga sukses? Perempuan bisa survive kok. Kekekeke..
April 25th, 2008 at 08:49
kamar tidur
Mei 14th, 2008 at 15:50
Hello my friends

Mei 20th, 2008 at 20:56
Hmmm
aku juga perempuan
Buatku… dapur, cucian baju dan ranjang… tidak mengangguku…
Aku justru bahagia… dapat “memaknai keluarga” lewat ketiga tempat itu…
Aku justru bahagia… merasakan… tali merah terjalin dalam keluarga lewat ketiga tempat tadi
Hanya saja…
Ada bagian jiwaku… yang tak dapat kubendung
Aku ingin bisa menjadi bagian dari jihad umat Islam…
Aku ingin bersaing… dengan milyardan… hamba yang lain…
Berusaha memenuhi tugasku… menjadi khalifah bagi diriku…
Berusaha… berarti bagi sesama muslim….
aku puang cahaya dewa, yang berhati singa bermata elang, mendukung anda dengan satu kata mari kita kibarkan panji-panji islam di manapun kita berada, agar mereka tahu bawah cuma islam yang berani melawan kejahatan di muka bumi ini dengan terang-terangan tanpa takut di kalahkan dan di lemahkan
Mei 20th, 2008 at 21:01
makasih ya… dengan “jejak” yang ditinggalkan di blog ku
hmmm saya suka dengan blog ini… penuh semangat…
yanti sutikno
Mei 28th, 2008 at 11:25
menurut aq itu m d kodratnya sebagai perempuan
dan kunci sukses suatu keluarga itu ada pada sosok seorang ibu
jadi ibu itu adalah cermin masa depan anak2 nya kelak
coba kamu bayangkan
Gak akan mungkin ada seorang suami yang selingkuh klo istrinya soleh dan beriman
maka jadikanlah rumah itu tempat kita belajar arti hidup dan sopan santun
sebab dari situlah awalnya kita belajar sebelum nantinya kita terapkan ke luar
ngertikan……
Teruslah berkarya
SEMANGAT n KEEP SMILE (^_^)