Freedom’s journal

Wahai anakku, Puang cahaya dewa bakka mattaliu yang berhati singa, bermata elang. Kibarkan panji-panji islam

Wahai perempuan


berhentilah berpetualang antara
dapur
pasar
kebun
robek tradisi yang memasung kodratmu
bangkitkan roh wanitamu
agar mereka tahu
“perempuan” hanyalah sebuah nama

14 Responses to “Wahai perempuan”

  1. latree Says:


    namun jangan pernah
    lupakan kodrat muliamu

    hidup perempuan!

  2. tonosaur Says:

    :)

  3. doa Says:

    hehe- sepertinya kita ga sependapat mas.
    kesannya sangat xtreme meninggalkan dapur, pasar, kebun dan merobek tradisi-
    tapi bukan berarti juga perempuan tidak boleh berkembang;dh/

  4. Ghatel Says:

    berkembanglah wahai perempuanku *halah*

  5. eNPe Says:

    hidup perempuan! :D

  6. tonosaur Says:

    ^ maksudnya berkembang pertnya..??

    yah wanita juga manusia memiliki hak yang sama seperti manusia2 lainnya [laki2] ..
    dan laki2 pun punya kewajiban2 yang membatasi kebebasannya..

    semua mahluk punya tanggungjawab masing2 lah.

  7. ./s1ncl3@n Says:

    baik tidaknya bangsa ini juga bergantung pada baik tidak akhlak perempuannya .. berbaiklah kita smua …

  8. NaSHeR Says:

    perempuan itu letakny bukan dibawah kaum pria
    tapi berdampingan dengan kaum pria #dubrak#
    kok yg nanggapin kebanyakan cowok hehehehe
    brarti perempuan masih byk d dapur, pasar & kebun
    :lol:

  9. bl4cksw33t Says:

    Hmm..
    Meraih mimpi setinggi bintang di langit, bukan berarti boleh melupakan tanah yg jadi pijakan, kan?

    Saya wanita, punya karya dan kerja
    Tapi, masak saya bisa
    Berbecek di pasar tak jadi perkara
    Berkebun bukan hal yang luar biasa

    Ya, perempuan hanya sebuah nama
    Sejuta kekuatan ada di baliknya

    Gitu sih, kalau menurut saya. Sukses? Perempuan bisa. Ga sukses? Perempuan bisa survive kok. Kekekeke..

  10. aries Says:

    kamar tidur

  11. Jesundene Says:

    Hello my friends :)
    ;)

  12. yanti Says:

    Hmmm
    aku juga perempuan
    Buatku… dapur, cucian baju dan ranjang… tidak mengangguku…
    Aku justru bahagia… dapat “memaknai keluarga” lewat ketiga tempat itu…
    Aku justru bahagia… merasakan… tali merah terjalin dalam keluarga lewat ketiga tempat tadi

    Hanya saja…
    Ada bagian jiwaku… yang tak dapat kubendung
    Aku ingin bisa menjadi bagian dari jihad umat Islam…
    Aku ingin bersaing… dengan milyardan… hamba yang lain…
    Berusaha memenuhi tugasku… menjadi khalifah bagi diriku…
    Berusaha… berarti bagi sesama muslim….

    aku puang cahaya dewa, yang berhati singa bermata elang, mendukung anda dengan satu kata mari kita kibarkan panji-panji islam di manapun kita berada, agar mereka tahu bawah cuma islam yang berani melawan kejahatan di muka bumi ini dengan terang-terangan tanpa takut di kalahkan dan di lemahkan

  13. yanti Says:

    makasih ya… dengan “jejak” yang ditinggalkan di blog ku
    hmmm saya suka dengan blog ini… penuh semangat…

    yanti sutikno

  14. nanda Says:

    menurut aq itu m d kodratnya sebagai perempuan
    dan kunci sukses suatu keluarga itu ada pada sosok seorang ibu
    jadi ibu itu adalah cermin masa depan anak2 nya kelak

    coba kamu bayangkan
    Gak akan mungkin ada seorang suami yang selingkuh klo istrinya soleh dan beriman
    maka jadikanlah rumah itu tempat kita belajar arti hidup dan sopan santun
    sebab dari situlah awalnya kita belajar sebelum nantinya kita terapkan ke luar
    ngertikan……

    Teruslah berkarya
    SEMANGAT n KEEP SMILE (^_^)

Leave a Reply