Freedom’s journal

Wahai anakku, Puang cahaya dewa bakka mattaliu yang berhati singa, bermata elang. Kibarkan panji-panji islam

wahai perempuan bangkitlah

Posted in freedom's journal on 13 Mei 2008 by puang
wahai saudaraku kaum perempuan yang di hina waktu
kau tidak perlu sekuat RA Kartini, yang di rayakan bangsa jawa, setiap tanggal 21 april
atau sehebat ibu megawati mantan presiden RI, yang hanya pandai tersenyum dan kering kebijakan
Cukup engkau termenung menatap mentari yang meninggalkan senja
Dan bertanya untuk apa aku diciptakan Allah Yang Maha Perkasa, menjadi seorang
”””’PEREMPUAN” ”””’

wahai perempuan indonesia

Posted in freedom's journal with tags on 3 Mei 2008 by puang
bersatulah melawan tirani
yang membelenggu hak-hak politik kaum wanita

jangan mau dieksploitasi

“perempuan dan laki-laki ” hanya sebuah kata
bercerminlah pada matahari
agar engkau mampu melawan

Wahai perempuan

Posted in freedom's journal with tags on 15 April 2008 by puang

berhentilah berpetualang antara
dapur
pasar
kebun
robek tradisi yang memasung kodratmu
bangkitkan roh wanitamu
agar mereka tahu
“perempuan” hanyalah sebuah nama

Bersemangatlah

Posted in freedom's journal with tags on 2 April 2008 by puang

Aku tidak di lahirkan untuk menjadi barang bekas

Semua yang ingin kita raih dalam hidup ini, tidak datang dengan sendirinya, tapi di perjuangkan. Apa lagi di jaman yang makin sulit ini, orang cenderung berpikir individualis dan menghalalkan berbagai cara untuk mendapatkan apa yang diingikannya.

Maka, yang harus kita lakukan agar hidup kita tidak melarat alias mati kelaparan :
1. Pertarungan tidak dimenangkan dengan tehnik tapi dengan nyali yang kuat,
ingin meraih sukses hanya bermodalkan nasehat para motivator, tanpa di dukung dengan nyali yang kuat, kita akan bernasib sial jika berhadapan dengan orang-orang yang rakus dan bengis.

2. jadilah oportunis dalam setiap derap langkahmu maka dunia akan tersenyum manis kepadamu,
kenapa banyak orang gagal sebelum bertanding? kenapa banyak orang yang diremehkan dan di hina? karena mereka belajar dulu baru berjuang, maka yang ada di pikirannya gagal atau sukses, sedangkan para oportunis sejati tidak pernah gentar dengan resiko yang menghadang di depan mata, yang penting ada peluang sikat, persoalan kita ahli atau tidak itu urusan belakang, kita bisa belajar setelah peluang ada digenggaman.

3. banyak orang hidup untuk uang,
bertemanlah dengan mereka, pelajari ilmu kerakusannya agar engkau tidak diperdaya jika berhubungan bisnis, kemudian hindari mereka seperti penyakit menular.

4. orang bisa di beli dengan uang,
berhati-hatilah mencari sahabat dan mencurahkan isi hatimu, satu-satunya orang yang layak kamu percayai dalam kondisi apapun adalah dirimu sendiri. Jangan lupa itu.

Ingin kutanam kata

Posted in freedom's journal with tags on 6 Maret 2008 by puang

Apa yang harus kutanam
di sukmamu agar kau tahu
betapa dalam cintaku padamu

Bunga tak lagi
menyimpan rindunya kupu-kupu
puisi cinta tak lagi
alirkan tasik

Ingin kutanam kata di sukmamu
agar terpancar cintaku
di saat kau termenung
menatap mentari
yang meninggalkan senja